SMA Negeri Widang Sekolah Pinggiran Mengantarkan Mimpi Anak Anak Desa

Suararonggolawe.com – Meski berstatus sekolah pinggiran, SMAN Widang tak bisa dipandang rendah. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Mrutok Kecamatan Widang ini meluluskan siswa-siswa berkualitas,Minggu,12/09/2021.

Terbukti, setiap tahun, SMAN Widang berhasil mengantarkan putra-putri terbaiknya menembus perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di tanah air. Pendidikan secaba TNI/kepolisian hingga diterima di perusahaan berskala nasional.

Tahun ini saja, 3 siswanya berhasil menembus PTN melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Sejak 2008 hingga 2019, tercatat 33 alumni sekolah ini yang menempuh pendidikan di PTN favorit di tanah air. Rinciannya, Universitas Brawijaya Malang (14 siswa), Universitas Trunojoyo Madura (4 siswa), Universitas Negeri Malang (6 siswa), Universitas Negeri Surabaya (3 siswa), Institut Seni Indonesia Surakarta (1 siswa), Universitas Negeri Surakarta (1 siswa), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (2 siswa), Poltekes Negeri Surabaya (1 siswa), UPN Veteran Surabaya (1 siswa), Universitas Negeri Jember (1 siswa), dan Universitas Airlangga (1 siswa).

Mereka tidak hanya menempuh jenjang S-1, namun juga S-2 dan S-3.Salah satunya Doni Herviyanto. Lulusan 2011 tersebut sekarang ini menempuh S-3 Ilmu Ternak di Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Yang berkarir di kepolisian salah satunya Sonny Syafrudin. Sekarang ini, dia bertugas di Polda Jatim. Amrullah lulusan 2012 menjadi pilot maskai TransNusa. Bahkan, almarhum Raditaka Margiansyah, awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu adalah alumni SMAN Widang.

Berikutnya, Vita Dewi Syafriyah juga diterima sebagai karyawati PT Angkasa Pura Juanda Surabaya setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Trunojoyo Madura. Di dunia jurnalistik, sekolah ini menyumbangkan salah satu lulusan terbaiknya. Dia Avit Hidayat, jurnalis Tempo Media di Jakarta.

Ketua Ikatan Alumni SMAN Widang, Doni Herviyanto mengatakan, meski selama ini sekolahnya berlabel sekolah pinggiran, sekolahnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti, banyak alumninya yang berprestasi tidak hanya menembus PTN, namun Juga berkarir di semua bidang. ‘’Kami sangat bangga menjadi alumni SMAN Widang,’’ kata dia.

Asisten dosen peternakan di Universitas Brawijaya ini mengatakan, keberadaan SMAN Widang selama ini sangat membantu masyarakat. Khususnya mereka yang ingin melanjutkan pendidikan umum tingkat me- nengah. Terkait minimnya jumlah siswa, Doni mengatakan, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan pembenar untuk menutup sekolah tersebut. Menurut dia, SMAN Widang didirikan bukan untuk kepentingan bisnis. Karena itu, sekolah tersebut harus tetap eksis dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencarikan solusi.

Wakil Kepala Bidang Humas SMAN Widang Dasuki menyampaikan keprihatinannya atas rencana penutupan sekolahnya. Dia menceritakan, SMAN Widang yang berdiri pada 2005 itu dulunya menempati gedung bagian timur SMPN 1 Widang. Karena belum memiliki guru sendiri, sekolah rintisan ini diajar guru SMPN 1 Widang. Begitu juga kepala sekolahnya juga dirangkap sekolah yang menaungi. Ketika itu, lembaga pendidikan tersebut belum memiliki gedung sendiri.

Dasuki menuturkan, sekolah yang sebelumnya hanya memiliki dua kelas, empat tahun berikutnya berkembang menjadi 12 kelas.

‘’Itu menunjukkan antusias masyarakat terhadap sekolah ini sangat tinggi. SMAN Widang sudah menjadi ikon,’’ tegasnya yang mengaku tahu persis perjalanan sekolahnya.

Mantan kepala Desa Compreng ini menyampaikan, selama ini SMAN Widang memiliki andil besar men- cerdaskan anak bangsa dan ikut mengantarkan anak didiknya sukses di semua bidang. SMAN Widang, kata Dasuki, juga menjadi kebanggaan para alumninya.

Kalau SMAN Widang ditutup, kata dia, ke mana lulusan SMP di wilayah setempat harus melanjutkan pendidikan umum, Apa harus terpaksa keluar Widang? ‘’Anak-cucu kita ingin meneruskan kesuksesan para pendulunya. Jangan hanya karena hitungan bisnis, sekolah ini harus tutup,’’ tegasnya.

Siswo Sujono, salah satu anggota Komite SMAN Widang mengatakan, SMAN Widang layak disebut sebagai sekolah unggulan dan berprestasi karena terbukti alumninya banyak diterima di PTN, semua bidang dan instansi pemerintah. Bahkan, tidak sedikit yang diterima sebagai anggota TNI, kepolisian.

Dia mencontohkan siswa bernama Albi (lulusan 2020) dari Desa Kedungharjo kecamatan setempat yang diterima di Unesa Surabaya. Begitu juga Sonny Syafrudin dan M. Amin (lulusan 2015) diterima di kepolisian dan sekarang bertugas di Polres Tuban dan Polda Jatim. ‘’Masih banyak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu,’’ ujarnya yang mengaku bangga menjadi anggota komite sekolah dengan keberhasilan anak didiknya.

Karena itu, kata Sujono, tidak fair kalau SMAN Widang akan dimarger. ‘’Mungkin bisa dijadikan sekolah double track (jenjang SMA dan SMK,’’ tegas dia memberikan solusi.

Pewarta : Andri / Red / SR

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan