Pemkab Tuban Mengalokasikan Anggaran Untuk Bantuan Kapal dan Alat Tangkap Ikan,

0
61

SUARARONGGOLAWE.COM – Kabupaten Tuban memiliki panjang pantai mencapai 65 Km. Hal ini menjadikan Kabupaten Tuban memiliki potensi laut yang melimpah. Sejalan dengan kondisi tersebut, terdapat 16 ribu masyarakat Kabupaten Tuban berprofesi sebagai nelayan.

Di bawah kepemimpinan Bupati H. Fathul Huda dan Wabup Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si., Pemkab Tuban berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan keluarganya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tuban pada kegiatan Safari Ramadan tahun 1442 H/2021 H Kecamatan Tambakboyo dan Bancar, Senin (26/04) bertempat di Pendopo Kecamatan Tambakboyo.

Bupati Tuban menjelaskan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, Pemkab Tuban mengalokasikan anggaran untuk bantuan kapal dan alat tangkap ikan, jaminan kesehatan ketika kecelakaan kerja, maupun bantuan lainnya.

Selain itu, keluarga nelayan diberikan pemahaman untuk mengolah hasil laut agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Pemkab Tuban terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh mulai dari guru honorer, petani, tenaga non-PNS, maupun perangkat desa,” ungkapnya.

Ibu-ibu PKK maupun masyarakat luas, lanjut Bupati Huda, diminta dapat memanfaatkan lahan pekarangan yang ada. Keberadaan lahan pekarangan dapat dimanfaatkan dengan ditanami tanaman bernilai ekonomis. Selain untuk memperindah halaman dan pekarangan, juga dapat menambah pendapatan keluarga.

Bupati Huda menekankan Pemkab Tuban berupaya mengamalkan nilai-nilai ajaran wali sesuai tagline Tuban Bumi Wali. Salah satunya menjunjung tinggi nilai toleransi dan menjalin tali silaturahmi. Merawat keharmonisan hubungan mampu mewujudkan kerukunan umat beragama.

Alhasil, kerukunan umat beragama di Kabupaten Tuban di atas nilai 80 melebihi standar nasional sebesar 74.

“Pemkab Tuban menyerahkan bantuan hibah kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama maupun ras,” sambungnya.

Implementasi ajaran wali mampu menyandingkan ajaran agama dan budaya tanpa adanya konflik. Hal ini terbukti dengan komitmen Pemkab Tuban melestarikan budaya khas Kabupaten Tuban tiap tahunnya.

Bupati dua periode ini menekankan agar pelaksanaan kegiatan Ramadan dan Idul Fitri menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah kegiatan diperbolehkan asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bupati yang juga pernah menjadi ketua Tanfidziyah PCNU Tuban ini mengimbau agar masyarakat memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak zikir dan memohon ampunan kepada Allah.

Camat Tambakboyo, Hery Subagiyo dalam laporannya menyebutkan wilayahnya memiliki potensi kelautan yang cukup tinggi. Masyarakat diberikan edukasi dan diberikan pendampingan agar mampu mengolah hasil laut.

Olahan hasil laut yang diproduksi masyarakat Tambakboyo merambah tidak hanya pasar tradisional, tetapi juga telah menembus pasar modern dan pasar swalayan.

“Ini menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan, di samping potensi pertanian maupun hasil tambang di Kecamatan Tambakboyo,” ujarnya.

Hery Subagiyo menambahkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kecamatan Tambakboyo mengalami peningkatan dari yang semula 88,51 pada tahun 2019 menjadi 88,68 di tahun 2020.

Capaian ini menjadi wujud kerja sama antara pemerintah kecamatan dan pemeritah desa yang mantap serta harmonis.

Pada kesempatan ini, diserahkan bantuan hibah lembaga pendidikan, hibah sarana dan prasarana, tunjangan untuk hufadzh, serta sejumlah paket sembako dari BPNT Daerah Kabupaten Tuban, Diskoperindag Tuban, Baznas Tuban dan Kemenag Tuban.

Tampak hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Tuban, Ketua Dharma Wanita Tuban, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kemenag Tuban. Kegiatan ini juga diikuti Camat bersama Forkopimka Tambakboyo dan Bancar, Kepala Desa serta Tokoh Agama dan Masyarakat setempat.

Editor : Agus P

Sumber : MCT

Tinggalkan Balasan