Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika Mengusulkan Gedung Dewan Dijadikan Safe House

SUARARONGGOLAWE.COM – Selain RS Darurat, safe house betul-betul dibutuhkan untuk pasien Covid-19. Berbagai alternatif bermunculan. Terbaru Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengusulkan gedung dewan dijadikan safe house. Di Kabupaten Malang juga disiapkan ribuan gedung sekolah.

“Saya usulkan gedung dewan jadi safe house. Karena situasi kasus Covid-19 mengharuskan kita harus mengambil langkah cepat,” kata Made. Dia memandang situasi penanganan Covid-19 di Kota Malang sudah darurat. Seluruh bed atau Bed Occupancy Rate (BOR) RS Rujukan Covid-19 penuh. Pasien Covid-19 banyak yang susah mendapatkan peawatan darurat di RS 08/07/2021.

Kondisi itu menurut Made tak bisa didiamkan. Pemda harus mengambil langkah cepat menambah fasilitas penanganan Covid-19. Untuk itulah ia menegaskan, jika dibutuhkan dan memungkinkan, dia mempersilakan gedung dewan disulap jadi safe house.

“Intinya kita siap saja kalau pemkot benar-benar membutuhkan. Situasi sudah darurat. keselamatan rakyat nomor satu. Kita harus bergotong royong bahu membahu. Jangan ada saling menyalahkan, kami siap mendukung semua langkah percepatan penanganan membeludaknya pasien Covid-19,” kata Ketua PDI Perjuangan Kota Malang ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah menambahkan, terobosan ini juga sebagai langkah membantu masyarakat yang mulai kebingungan mencari fasilitasi layanan kesehatan. Mengingat rumah sakit rujukan Covid-19 yang selalu penuh.

“ Fasilitas kesehatan mulai penuh, sementara kebutuhan ruang perawatan terus meningkat. Mengingat jumlah pasien Covid-19 juga meningkat, ini langkah tepat untuk dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan situasi saat ini yang terpenting kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk tetap semangat dan saling mendukung antarlembaga. Sehingga penanganan Covid-19 di Kota Malang bisa segera tuntas.

Menanggapi hal ini Wali Kota Malang Sutiaji menyambut baik inisiatif tersebut. Namun menurut dia, gedung dewan kurang maksimal dijadikan fasilitas penanganan Covid-19 lantaran tidak memiliki kapasitas besar.

“ Terima kasih usulannya dan saya apresiasi. Tapi nanti bednya seperti apa? Di dalam yang bisa tampilkan di lorong-lorong itu. lalu apa di depan bisa?” ungkap Sutiaji.

Ia mengatakan lokasi atau kebutuhan gedung, Pemkot Malang melirik penggunaan gedung sekolah. Sebab sekarang tak ada aktivitas pembelajaran di sekolah. Sehingga ruang kelas berpotensi digunakan.

“ Tempat sebenarnya banyak yang bisa seperti sekolah-sekolah itu. banyak gedung milik kita juga bisa. Persoalannya nanti tenaga kesehatan darimana, bednya bagaimana. Makanya kita komunikasikan dulu ke rumah sakit,” kata dia.

Di sisi lain Forkopimda juga bergerak cepat. Kemarin diwakili Kapolresta Makota AKBP Budi Hermanto menemui Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR.

Dua pejabat itu mematangkan teknis dan konsep safe house di Rusunawa UB. Buher sapaan akrab AKPB Budi Hermanto menyampaikan pihaknya berupaya maksimal. Bahkan pihaknya mengerahkan puluhan personel untuk mengawal pelaksanaan PPKM Darurat.

Safe House UB
Sayangnya jumlah kasus penularan Covid-19 masih terhitung cukup tinggi. Sehingga perlu adanya fasilitas merawat masyarakat.

“Sebelumnya sudah ada dua lokasi safe house, yakni dari Pemkot Malang di Jalan Kawi dan khusus untuk anggota Polresta Malang Kota di VEDC Arjosari. Untuk di UB harapannya bisa segera menyusul,” ujarnya.

Ia menyampaikan ada beberapa kendala dalam proses penanganan Covid-19, yang saat ini sangat tinggi. Sehingga keduanya mulai memperhatikan peningkatan jumlah korban Covid-19, ancaman kelangkaan tabung oksigen serta obat-obatan, dan keterbatasan nakes.

“Selain itu juga sampai pembahasan solutif seperti peningkatan imun, percepatan kesembuhan pasien, pencegahan dan mengurangi penyebarannya. Semua kami diskusikan berdua, untuk memberi gambaran umum pentingnya safe house UB,” tegasnya.

Di Kabupaten Malang juga terus dilakukan berbagai persiapan. Di antaranya menggunakan ruangan kelas di SD dan SMP negeri. Khusus gedung SD negeri terdapat 1.065 gedung, sedangkan SMP negeri sebanyak 97 gedung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. “Kalau gedung sekolah itu, sifatnya sebagai tempat karantina ya. Tapi jika ada pasien dengan gejala medis, tidak bisa di ruang karantina,’’ tandasnya.

JURNALIS : Eko / Red SR

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan