Kerajaan Warunggahan diberi penghargaan sebagai daerah istimewa Tuban

0
103

Suararonggolawe.com – Bebatuan mirip gajah di Situs Watu Gajah Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, merupakan satu di antara sekian banyak bukti penyebaran Islam di Tuban. Namun di dekat sana, ternyata juga terdapat sebuah kerajaan.

Kades di Desa Prunggahan Wetan, Hari Winarko menceritakan sebelum ada Kerajaan Majapahit, di desanya telah ada kerajaan bernama Kerajaan Warunggahan. Cerita ini bisa dibuktikan dengan ditemukan prasasti berbentuk logam maupun bebatuan.

“Jadi di Tuban itu khususnya di desa kami, sebelum zaman Majapahit itu sudah ada lebih dahulu Kerajaan Warunggahan. Ini bisa dibuktikan dengan adanya prasasti batu maupun logam,” jelas Hari kepada suararonggolawe.com, Sabtu (4/4/2021).

Hari yang juga pemerhati situs dan sejarah di Tuban ini menegaskan, dulu Desa Prunggahan Kulon dan Desa Prunggahan Wetan, belum ada. Yang ada hanya Warunggahan.

“Dulu itu Prunggahan Wetan dan kulon tidak ada, yang ada Warunggahan kalau merujuk pada prasasti. Rajanya pada waktu itu ada namaya Mapanji Garasakan. Kalau lihat di prasasti itu pada tahun 960 Saka,” imbuh Hari.

Bahkan Hari mengisahkan beberapa tahun lalu telah ditemukan 14 lempeng prasasti logam berbentuk kotak. Prasasti ini ditemukan tukang bangunan bernama Sucipto, yang sedang menggali lahan rumah warga.

Prasasti itu bertuliskan huruf Jawa kuno yang kini telah dialih aksara, dalam prasasti logam itu, Kerajaan Warunggahan diberi penghargaan sebagai daerah istimewa. Namun karena dulu dalam prasasti itu disebut pernah terjadi gempa, maka daerah istimewa ini hilang.

“Dalam prasasti itu ada tulisan jika Warunggahan itu diberikan penghargaan sebagai daerah istimewa, namun karena gempa, daerah istimewa itu hilang,” ungkap Hari.

Editor : Agus P
Sumber : Juru Kunci

Tinggalkan Balasan