Kabupaten Tuban Bisa Dengan Cepat Menjadi Daerah Maju ‘Ini Ungkap Mas Bupati

0
33

Suararonggolawe.com – Tuban,Saya termasuk orang yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky. Tentunya, karena kita sama-sama sebagai anak muda.

Saat pertama kali ditetapkan sebagai calon bupati Tuban terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), saya langsung membayangkan hal-hal indah tentang Tuban di masa kepemimpinan Lindra. Hadirnya Lindra sebagai bupati memberikan harapan baru terhadap pemimpin muda. Maklum, puluhan tahun Kabupaten Tuban dipimpin oleh generasi tua.

Tak pelak, kehadiran Lindra bak oase di tengah harapan masyarakat Tuban memiliki pemimpin milenial yang cerdas, tangkas, dan trengginas dalam mengeksekusi setiap kebijakan. Sehingga, Kabupaten Tuban bisa dengan cepat menjadi daerah maju.

Dari sisi kepemimpinan, semula saya berpikir bahwa Lindra adalah anak muda seperti pada umumnya. Suka kumpul sama konco, nyangkruk, ngopi, sepedahan, guyon, dan lumrahnya anak muda lainnya. Apalagi masih single. Sehingga cara memimpinnya bisa lebih cair. Tidak ada sekat maupun batas, utamanya dengan rakyat. Ya, lagi-lagi lumrahnya anak muda—sedikit nakal, tapi banyak akal.

Selain membayangkan gaya kepemimpinan yang cair dan terbuka, semula saya juga berpikir akan ada perubahan luar biasa setelah Lindra menjadi Bupati Tuban. Setidaknya, ada gebrakan kebijakan yang tidak biasa di 100 hari pertama kerja. Minimal tidak hanya urusan infrastruktur.

Bayangan saya, Lindra akan menjadi sosok yang maverick–tampil beda dengan gaya kepemimpinan yang sangat milenial (bukan penampilan, tapi cara memimpin). Minimal, mampu menghadirkan pemerintahan yang terbuka. Tidak ekslusif. Sekali lagi, minimal.

Sebenarnya tidak sulit bagi Lindra untuk menghadirkan gaya kepemimpinan yang terbuka dan milenial. Apalagi di era yang serba digital ini. Semua bisa dilakukan dengan cara yang cerdas dan kreatif. Sayangnya, potensi luar biasa yang dimiliki Lindra dengan perawakan yang sangat rupawan, itu tidak mampu tergarap dengan apik.

Postingan kegiatannya di akun media sosial masih sangat garing. Tidak menampakan anak muda generasi Z yang keratif dalam memanfaatkan media sosial untuk mem-branding pemerintahan. Sangat eman sekali.

Tim kreatifnya siapa sih?

Akhirnya saya memiliki hepotesa, bahwa bukan usia yang membedakan cara seseorang dalam memimpin, melainkan ide, gagasan, keberanian dan pengalaman.

Sepak terjang politisi milenial belakangan ini menjadi bukti dan menjelaskan pada kita bahwa hanya usia saja yang muda. Sementara cara memimpinnya masih sama dengan generasi boomer. Malah kadang-kadang lebih milenial yang tua.

Lihat saja Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Meski tidak lagi muda, tapi cara memimpinnya tampak sangat milenial. Gapyak dan mampu menghadirkan pola kepemimpinan yang maverick—beda dari yang lain.

Ganjar sangat cair dalam memimpin. Lihat saja video-videonya di-youtube dan instagram miliknya. Bagi saya, Ganjar merupakan pemimpin yang modern, kekinian, tegas, pintar dalam berkomunikasi dengan rakyat, dan yang tidak kalah penting adalah jenaka, sehingga pola komunikasinya sangat cair.

Pun dengan keberanian-keberaniannya dalam membereskan birokrasi yang ruwet, sangat maverick. Seperti di salah satu fragmen video, Ganjar berani terang-terang ngomong soal pungli dan akan menyikat siapa saja pejabat yang turut andil dalam melakukan pungli. Ganjar juga menegaskan bahwa pejabat tidak boleh capek dan manja. Suka tidak suka, kata Ganjar, pejabat harus melayani langsung. Bagi saya, ini merupakan cara berpikir yang sangat keren dan kekinian.

Itulah yang seharusnya dilakukan Lindra sebagai pemimpin muda. Saya membayangkan, betapa dahsyatnya jika lindra mampu meniru gaya kepemimpinan Ganjar. Jangankan untuk bupati dua periode, maju sebagai gubernur Jawa Timur, pun pasti akan diperhitungkan. Percaya deh.

Pewarta : Andri / Red / SR

Tinggalkan Balasan