( JLS ) Ring Road Tuban Mulai Terlihat rusak, Meski Belum Genap Beroperasi 90 Hari

SUARARONGGOLAWE.COM – Jalan lingkar selatan (JLS) atau ring road Tuban mulai terlihat rusak, meski belum genap beroperasi satu bulan.

Jalan yang dirancang untuk mengurai kemacetan di kawasan Kota itu dibuka sejak 5 Juli 2021.

Kendaraan besar seperti truk bermuatan berat berbagai jenis, sudah melintas sejak dibuka.

Padahal pengoperasian terbatas hanya untuk kendaraan kecil, sesuai dengan status masih jalan Kabupaten kelas tiga, muatan sumbu terberat (MST) 8 ton, sebagaimana dilansir dari akun facebook resmi Dishub Tuban.

Pantauan di lapangan, Jumat (23/7/2021), kerusakan parah terjadi di perempatan Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Kondisi jalan mulai berlubang dengan panjang sekitar 3 meter dan juga bergelombang yang bisa membahayakan pengguna jalan.

“Sekarang kondisinya sudah berlubang dan gundukan semakin tinggi, minggu lalu belum parah begini,” ujar MUL (28), pemuda asal Kecamatan Semanding yang melintasi jalan tersebut.

Ditambahkannya, selain aspal yang mulai terkelupas dan tanahnya gerak, di titik lain juga terdapat kondisi jalan yang mulai bergelombang.

Titik kerusakan itu berada pada lokasi Ring Road proyek tahap kedua yang dikerjakan pada tahun 2020 kemarin.

“Sejak kendaraan besar lewat Ring Road, jalannya sudah mulai ada yang bergelombang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi mengatakan, jalan Ring Road Tuban itu masih merupakan tanggungjawab pihak Pemkab.

Sehingga pihak Dinas PU Tuban akan segera melakukan pengecekan terkait dengan kerusakan kondisi jalan.

Mengenai penyebab kerusakan jalan yang mulai berlubang dan juga aspal terkelupas, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti.

“Terima kasih infonya, akan segera kita cek ke lapangan biar segera ditindaklanjuti oleh Bidang Jalan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, JLS sepanjang 19 kilometer itu dimulai dari Hulu Desa Tunah Kecamatan Semanding kemudian berakhir di titik hilir Desa Bogorejo Kecamatan Merakurak.

Proyek pada masa pemerintahan Bupati Fathul Huda, yang dianggarkan sekitar Rp 70 miliar dari APBD 2020 itu melibatkan tiga rekanan dalam jumlah tiga paket.

Paket pertama melintas Desa Jarum-Tegalagung Kecamatan Semanding dengan nilai pagu Rp 25.397.543.000 ditawar senilai Rp 18.673.337.000, dimenangkan oleh PT Sugih Waras Jaya Kecamatan Jenu, Tuban.

Lalu paket kedua melintas jalan Tegalagung-Kembangbilo dengan nilai pagu Rp 20.442.954.000 ditawar dengan Rp 14.498.235.082, dimenangkan PT Asri Jaya Putra Perkasa Jombang.

Kemudian pembangunan paket ketiga melintas Desa Kembangbilo-Bogorejo dengan nilai pagu proyek Rp 25.469.753.000 ditawar Rp 20.201.977.000 yang dimenangkan oleh PT Tectonia Grandis Surabaya.

Sedangkan untuk pengerjaan tahap pertama juga dikerjakan oleh tiga rekanan dengan tiga paket dengan anggaran sekitar Rp 68 miliar dari APBD Tuban tahun anggaran 2019.

Pada tahap pertama juga dikerjakan tiga paket oleh tiga kontraktor, yaitu PT Telaga Pasir Kuta dengan nilai Rp 16 M, alamat Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Bandung.

Lalu ada PT Tectonia Grandis, asal Surabaya, dan PT Sugih Waras Jaya (SWJ) dengan nilai masing-masing Rp 15,5 Miliar.

Total nilai Rp 47 Miliar dari nilai pagu Rp 68 Miliar.”Terangnya.

JURNALIS : RED / SR

Editor : SUBARI

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan