Jangan Pernah Menjadikan Pendidikan Sebagai Ladang Bisnis

Suararongholawe.com -Tuban Indonesia merupakan negara yang masih harus banyak belajar mengenai sistem pendidikan. Dilihat dari kacamata dunia, Indonesia termasuk negara yang mesti banyak dibenahi dari sisi penumbuhan karakter dan pengembangan Skill, serta perlu adanya apresiasi dari negara itu sendiri terhadap anak-anak yang memiliki minat dan bakat. Penyetaraan akademik yang selalu ditekankan dalam sistem pendidikan itu perlu menjadi perhatian, apakah negara kita sudah menerapkan sistem pendidikannya dengan baik?,
Minggu, 12/09/2021.

Melihat vidio aksi demo anak sekolah SMA N Widang, bahwa akan ada perencanaan mengenai Penututpan Dua Sekolah SMA di Tuban, “Hal tersebut menjadikan perhatian publik apa yang menjadi ambisi dan kemana larinya pajak tersebut jika diberikan kepada institusi pemerintah?. Hal itu menjadi pertanyaan kita sampai saat ini. Tentu saja banyak penolakan dari berbagai elemen dan sektor terhadap terkait rencana penutupan dua sekolah SMA yang ada di Tuban.

Pemerintah dalam perencanaan tersebut seperti berambisi dan sama sekali tidak memikirkan kalangan yang seharusnya perlu dibantu. Indonesia hari ini masih tertimpa pandemi Covid-19. Ekonomi nampak jelas memperlihatkan kemerosotannya akibat pandemi tersebut. Namun, Pemerintah mulai seakan membuat sekolah adalah sebuah ladang bisnis di dunia Pendidikan, hal tersebut merupakan egois tinggi yang perlu kita kontrol sebagai rakyat Indonesia, karena hal itu dapat berdampak untuk Indonesia kedepan.

Melihat kondisi hari ini, perlu adanya inisiatif dari pemerintah propinsi jawa timur untuk melakukan dialog mengenai perencanaan penutupan dua sekolah SMA yang ada di Tuban.”Dalam memajukan pendidikan di jawa timur khususnya Tuban apalagi disektor 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Pemerintah propinsi jawa timur hari ini perlu adanya survei terhadap masyarakat dibawah. Awak Media Suararonggolawe.com seringkali mendapatkan keluhan para siswa dan wali murid yang tidak mampu untuk membayar Uang Seragam, SPP dan Uang kegiatan yang telah ditetapkan sekolah. Selain itu, banyak sekali para alumni yang tertahan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) dikarenakan belum melunasi administrasinya disekolah. Hal tersebut bisa berdampak pada lulusan sekolah tersebut dalam mencari pekerjaanya.

Apakah bangsa Indonesia ini menginginkan semakin banyak pengangguran?. Alangkah baiknya ada inisiatif dan kesadaran dari para Instansi Pemerintah untuk membuka kacamatanya untuk rakyat Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan kalian para pemimpin negeri ini.

Perspektif para rakyat Indonesia akan selalu bertanya kepada pemerintah, apa tujuan dari perencanaan Penutupan Dua Sekolah SMA yang ada di Tuban tersebut yang sangat membuat rakyat semakin merana. Masyarakat Tuban bukanlah target untuk dijadikan lahan bisnis. Uang rakyat sama sekali bukanlah materi yang harus dijadikan pemasukan untuk negara. Jika kita melihat dari amanat konstitusi UUD 1945 ini sangat berlawanan dan tidak manusiawi. Rakyat yang hari ini sudah susah akan semaki susah. Padahal program pemerintah berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan yang merakyat.

Jadi, Siapa pemangku kebijakan yang mengusulkan hal tersebut?, Siapa yang diuntungkan dalam hal ini?, pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab oleh para pemangku kepentingan di Negeri ini secara jujur, adil, transparan, dan menjunjung tinggi kesejahteraan. Hal tersebut agar sesuai dengan amanat Pancasila.

Pewarta : Red/SR

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan