Inilah Larangan Hubungan Yang di Tetapkan Oleh Agama Islam

0
63

Suararonggolawe.com – Ada beberapa kondisi hubungan seks suami istri yang dilarang dalam Islam, seperti berikut Tak hanya halal, hubungan seks pasangan suami istri dalam Islam juga masuk dalam kategori ibadah. Namun, ada beberapa hubungan seks pasangan suami istri yang dilarang dalam Islam Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad menyebutkan bahwa ada tiga tujuan utama hubungan seks bagi pasangan suami istri.

Pertama, hubungan seks dilakukan untuk melestarikan keturunan. Kedua, hasrat seks yang ditahan akan menimbulkan mudharat pada tubuh. Ketiga, hubungan seks dilakukan untuk menyalurkan nafsu seksual.

Lantas, seperti apa hubungan seksual yang dilarang dalam Islam?

1. Hubungan seks melalui dubur
Islam melarang hubungan seks yang dilakukan melalui dubur. Hal ini tercantum dalam sabda Rasulullah SAW

“Terkutuk-lah orang yang menyetubuhi istri melalui duburnya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dari Abu Hurairah)

2. Dilakukan saat istri sedang haid
Islam juga melarang hubungan seks yang dilakukan saat istri sedang memasuki periode haid. Tak hanya secara agama, secara kesehatan, hubungan seks saat haid juga berisiko negatif.

Dalam Islam, anjuran untuk tidak berhubungan seks saat istri sedang haid tercantum dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 222.

“Dan mereka menanyakan kepadamu [Muhammad] tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah sesuatu yang kotor’. Karena itu, jauhilah istri pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan [ketentuan] yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

3. Dilakukan di siang hari saat berpuasa Sudah jelas, berhubungan seks yang dilakukan di siang hari saat puasa Ramadan hukumnya haram. Selain membatalkan puasa, pasangan suami istri juga wajib melunasi denda yang disebut kafarah.

Pasutri harus melakukan ganti puasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin.

4. Tidak diawali dengan doa
Doa menjadi pembuka umat Muslim setiap akan melakukan sesuatu, termasuk saat berhubungan intim. Doa akan menjamin kesucian bagi pasangan suami istri dan keturunannya kelak.

Berikut doa memulai hubungan suami istri:

“Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa”

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

5. Tidak dilakukan dengan foreplay
Hubungan intim tak boleh dilakukan terburu-buru tanpa mengindahkan keinginan pasangan. Lakukan hubungan seks dengan perlahan, awali dengan foreplay.

Mengutip buku Baarakallaahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta, dalam Islam, foreplay disebut juga dengan mubasyarah. Aktivitas ini dijadikan oleh Rasulullah sebagai pembeda hubungan badan yang dilakukan mukmin dan hewan ternak.

Editor : Agus P

Sumber : Redaksi SAP

Tinggalkan Balasan