Guru Sekolah Di Tuban Menolak Vaksin Pembelajaran Tatap Muka Terancam Di Bubarkan

SUARARONGGOLAWE.COM – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Tuban terancam tidak bisa digelar di sejumlah lembaga pendidikan pada 12 Juli mendatang. Sebab, banyak guru yang menolak vaksin.

Sesuai aturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), syarat PTM pada tahun ajaran baru mendatang adalah semua pendidik harus sudah divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menjelaskan masih banyak guru yang menolak divaksin. Guru yang menolak vaksin tersebut tersebar di semua jenjang. Dia menegaskan, PTM tidak akan digelar di sekolah yang masih ada guru yang menolak divaksin. ‘’Kalau ada sekolah tatap muka dan ketahuan gurunya masih belum vaksin, PTM akan dibubarkan. Ini demi keselamatan anak didik,” tegas Bambang ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Artinya, jika ada satu guru saja yang belum divaksin, maka lembaga pendidikan tersebut tidak akan diberi izin PTM terbatas sejak awal. Bagi lembaga yang sudah telanjur PTM dan baru diketahui ada guru tak taat vaksin, maka bisa dihentikan saat itu juga.

Aturan tegas itu, menurut Bambang, menimbang masih banyak guru yang tak memenuhi undangan untuk vaksin. Padahal, waktu untuk vaksinasi guru tersisa 12 hari lagi. Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, vaksin guru dikebut karena untuk melindungi siswa dan pendidik lain. Meski pada akhirnya yang sudah divaksin tetap bisa tertular, setidaknya ada kekebalan kelompok untuk meminimalisir adanya klaster di sekolah.

‘’Jika yang sudah vaksin saja tetap bisa tertular, bagaimana yang tidak divaksin sama sekali? Vaksin untuk membentuk perlin dungan kelompok,” kata dia.

Mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini menegaskan, tim satgas memiliki data siapa saja guru yang sudah divaksin dan belum. Sehingga, jika hingga 12 Juli masih ada guru yang belum divaksin, tim satgas tidak segan mendatangi lembaga pendidikan tersebut.

‘’Guru di TK, RA, MI, SD, MTs, SMP, MA, dan SMA masih banyak yang tidak memenuhi undangan vaksin di puskesmas,” tegas Bambang. Mayoritas guru yang menolak vaksin tersebut berada di sekolah pinggir kawasan kota.

Alasan mereka menolak beragam. Ada yang takut jarum, ada yang takut efek samping, dan ketakutan lainnya. Padahal, kata Bambang, negara sudah menjamin vaksin aman dan halal untuk siapa pun. ‘’Vaksin sudah menjadi program nasional yang wajib diikuti masyarakat usia 18 plus,’’ tuturnya.

Jurnalis : Red / SR

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan