Galian C Musiman Di Kedungpring Semakin Menjamur

0
12

Suararonggolawe.com – Lamongan,Galian C berkedok modus pemerataan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan Jawa Timur kembali marak, Galian Ilegal tersebut diduga menjadi bisnis musiman, pasalnya tanah hasil dari dua galian tersebut dijual untuk pengurukan pabrik di wilayah kalen.

Seperti galian yang berlokasi di dusun Blumbang desa Dradah Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan Jawa – Timur ini, meskipun sudah beroperasi hampir sebulan, ironisnya kegiatan Ilegal excavation ini tetap aman – aman saja.

Untuk memuluskan aktifitaya galian dengan modus berkedok pemerataan lahan pertanian tersebut kerap berpindah pindah, supaya tidak terendus hukum.

Investigasi media ini galian bodong di dusun blumbang desa Dradah kecamatan kedungpring diduga untuk pengurukan pabrik di daerah kalen,

Dari sumber yang dapat dipercaya menyebutkan pemain galian tersebut, diketahui bernama ( NR ) dan ( Jt ) warga kecamatan kedungpring, dan sebagai cekher (TL).

“Itu galian punya pak NR dan jT
“Kata sumber yang dapat dipercaya.11/9/2021 siang.

Berdasarkan UU 4/2009 dan PP 23/2010, komoditas pertambangan dikelompokkan dalam 5 golongan yaitu mineral radioaktif antara lain radium, thorium, uranium. Mineral logam berupa emas, tembaga dan lainnya. Mineral bukan logam antara lain intan, bentonit. Kemudian batuan seperti andesit, tanah liat, tanah urug, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, pasir urug. Selanjutnya batubara antara lain batuan aspal, batubara, gambut.

Untuk melakukan kegiatan galian sesuai UU 4/2009 diwajibkan memiki Izin Isaha Pertambangan (IUP), amdal maupun Papan Keterangan Proyek atau Ijin IUP – OP Khusus Pertambangan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Atau Pejabat setempat.

Meskipun dalam UU 4/2009 sudah diatur mekanisme pertambangan juga ancaman Pidanya, Namun masih ditemukan galian C yang diduga ilegal dan melanggar ketentuan UU 4/2009.

Perlu diketahui Ketentuan pidana pelanggaran ketentuan dalam UU No 4 Tahun 2009:

Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Pewarta : Time / Red SR

Tinggalkan Balasan