Dua Wanita Paruh Baya Di Jombang Di Amankan Polisi Diduga PSK

Suararonggolawe.com – Anis Itasari,31, warga Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto diamankan polisi Kamis (10/6). Menyusul aksi nekatnya menjalankan bisnis prostitusi terselubung di kawasan eks lokalisasi Tunggorono, Jombang. Polisi turut mengamankan dua perempuan diduga PSK.

”Pelaku ditangkap di rumah tempat ia menjalankan bisnisnya di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang bersama dua PSK, bahkan salah satunya sedang melayani pelanggan,” terang AKP Teguh Setiawan, Kasatreskrim Polres Jombang.

Lebih lanjut Teguh menerangkan, pengungkapan praktek prostitusi terselubung bermula dari laporan warga terkait dugaan jaringan prostitusi terselubung di eks lokalisasi Tunggorono.

Sebagai tindak lanjut, polisi menerjunkan tim melakukan penyelidikan. Kecurigaan polisi tertuju pada salah satu warung yang diduga jadi ajang transaksi. ”Jadi dia ini sistimnya tidak online, masih konvensional, dia menawarkan jasa layanan pemuas nafsu saat ada pelanggan datang ke warungnya,” lanjutnya.

Tak ingin gegabah, polisi terus mengintai gerak-gerik buruannya. Upaya yang dilakukan petugas membuahkan hasil. Tepatnya Kamis (10/6) sekitar pukul 14.30, polisi mendapati gerak-gerik yang ditunjukkan di rumah yang dikontrak Anis.

Yakin dengan buruannya itu, polisi langsung bergerak menyergap. Kedatangan sejumlah petugas yang tiba-tiba menjadikan pelaku tak berkutik. Sejumlah petugas pun merangsek masuk dan menggeledah. ”Saat itu, ada dua PSK yang sedang bekerja kepadanya, satu diduga sedang melayani pelanggan, satu lagi tidak,” lontarnya.

Sejumlah barang bukti diamankan petugas. Di antaranya, satu bungkus kondom merek Sutra, bungkus tisu, sprei, kaus lengan pendek warna putih, dua unit handphone dan sebuah kondom bekas serta uang tunia Rp 150 ribu.

Anis pun hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke Mapolres Jombang. Selain itu, polisi juga turut mengamankan dua perempuan diduga PSK masing-masing DF, 23, asal Kabupaten Kediri dan RN, 30, asal Kabupaten Nganjuk guna pemeriksaan.

Kepada petugas, Anis mengakui perbuatannya menjalankan bisnis mucikari. ”Pengakuannya baru sekitar tiga tahun terakhir,” terangnya.

Pelaku menyediakan PSK dengan tarif antara Rp 150 ribu – Rp 200 ribu untuk sekali kencan. ”Dari itu, pelaku mendapat fee sebesar Rp 25 ribu,” rinci Teguh.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal 296 KUHP . ”Karena memang dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain seperti bunyi pasal itu,” pungkasnya.

Jurnalis : Agus P

Sumber : KJ

SuaraRonggolawe.com

AGUS PURNAMA Pimred Suararonggolawe.com PT.DJAYA MANDIRI PLOES SK MENKUMHAM AHU – 0069.9350.AH.01.01.TH.2020. Jln cicem Lama Perempatan Desa Ngadipuro Kec.Widang Kab.Tuban JATIM INDONESIA PASANG IKLAN HP / WA 081252294464 085608677566

Tinggalkan Balasan