Demi Ingin Mendapatkan Proyek Nuliana Setorkan Mahar Didinas (PUPR) Lamteng 200 Juta

0
18

Suararonggolawe.com – Kadis Perindustrian Lampung Tengah, Nuliana, terungkap di persidangan pernah meminta jatah proyek untuk suaminya.
Dia melalui Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lamteng, Taufik Rahman, dengan fee proyek sebesar Rp 200 juta.

Pada awalnya ketika menjelaskan kepada Jaksa Penuntut Umum saat ditanyai terkait keterangan yang menyebut dirinya pernah memberi uang kepada Taufik Rahman dengan imbalan pekerjaan proyek, Nuliana enggan berterus terang, namun pada akhirnya ia memaparkan bahwa ia sebelumnya memang meminta jatah proyek.

“Saat itu ada permintaan dari Pak Taufik selaku Kadis PU, pagi itu di awal tahun 2017 Saya ditelpon dia memberitahu bahwa ada permintaan dana,” ujar Nuliana.
“Sebentar, ini tiba-tiba ada permintaan uang, atau saudara yang meminta ke Pak Taufik?” tanya JPU Taufiq heran memotong keterangan Nuliana.
“Ia Pak sebelumnya,” jawab Nuliana sembari tersenyum meringis.

Mendengar keterangan tersebut, JPU pun sontak meminta Nuliana menjelaskan seperti apa kronologi pertemuan dirinya dengan Kadis PUPR, hingga ada pembicaraan terkait jatah proyek untuk suaminya bernama Herman Syahri dengan mahar Rp 200 juta.

“Pada bulan Oktober kalau nggak salah, saat pameran pembangunan Saya tak sengaja ketemu Pak Taufik, jadi Saya menyampaikan pesan dari suami Saya, ada nggak pekerjaan kebetulan suami saya juga rekanan namanya Herman Syahri, katanya belum tahu nanti dihubungi,” terang Nuliana.

“Setelah itu Saya dihubungi terus diminta uang Rp 200 juta, uang itu nantinya untuk kaitan pekerjaan, tapi saya enggak tahu nilai pagu yang akan didapat oleh suami saya nanti,” sambungnya.

Diketahui dalam gelaran persidangan lanjutan perkara dugaan suap fee proyek Lampung Tengah tahun 2018 atas nama Terdakwa Mustafa ini, turut dihadirkan pula dua Saksi lainnya diantaranya Bachtiar Gunawan selaku rekanan, dan Ahmad Rosidi selaku Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra.

Pewarta : Red / SR

Tinggalkan Balasan